Arsip untuk Jihad kategori

Membongkar Kemunafikan Terang-terangan Pemerintah Amerika & Media: Isu Anak-anak Mujahidin di ‘Iraq

Posted in Jihad on Februari 17, 2008 by jaisyulghuroba

Baru-baru ini, Media Amerika tengah melolong dan menangis tentang Anak-anak Mujahid di ‘Iraaq. Angkatan perang AS menemukan video jihadi anak-anak yang memberikan dukungan mereka bagi Mujahidin, memegang senjata, dan berpakaian layaknya Mujahidin.
Media Amerika mengambil kesempatan ini untuk mengeritik semboyannya seperti “kecenderungan mengalami gangguan” dan “tanda keputus-asaan Al-Qaeda.”

Maka kami sampaikan kepada mereka: mengingat point-point berikut:

1. Apakah anda melihat anak-anak di dalam video itu berkelahi dengan tentara, menembak seseorang?

Tentu saja tidak. Jadi mengapa menangis meraung-raung?

2. Anda dapat memiliki pekerjaan di Amerika sebagai instruktur pelatihan senapan untuk anak-anak antara 8 dan 16 tahun. Coba baca ini:

http://www.highrocks.com/jobs/riflery.htm

3. Di Amerika, kami melihat ini dan tidak ada seorangpun yang menangis:

Tetapi ketika Kuffar melihat anak-anak kami dengan senjata, kemudian itu menjadi sebuah isu “keputus-asaan atas nama Mujahidin” seperti halnya kecenderungan berbuat asusila.
Memperbincangkan tentang Kemunafikan Terang-terangan.

4. Akhirnya, kami tidak membandingkan diri kami dengan Kuffar untuk mencari cara mendapatkan persetujuan mereka. Melainkan, kami bahagia, bangga, dan penuh kebahagiaan menyaksikan bahwa anak-anak Mujahidin membuat mereka takut hingga kehabisan nafas.

Apakah anda tahu mengapa?

Sebab mereka mengetahui Ummah kita kini kembali kepada hari kejayaannya yang telah lalu… di mana anak-anak kami tumbuh dewasa dalam Jihad.

Allahu akbar. Semoga ALlah meletakkan ketakutan yang lebih dahsyat lagi ke dalam hati-hati orang Kuffar!

Ngomong-ngomong, bagi mereka kaum Muslimin yang masih ragu bagaimana Shari’ah mengatur hal ini, ada beberapa hal yang harus diketahui:

a. Anak-anak tidak berkelahi dalam video tersebut. Mereka hanya menirukan Mujahidin semata dan menunjukkan dukungan mereka.

b. Tentu saja anak-anak dalam video itu sedang dilatih untuk Jihad, dan ini adalah apa yang Islam perintahkan kepada para orang tua untuk melakukannya. Melatih anak-anak untuk jihad adalah ‘Ibadah (bentuk peribadahan) dan itu sangat mensucikan jiwa. Maka daripada anak-anak kami harus tumbuh dewasa di masyarakat Kafir sebagai orang-orang bermasa depan suram; lemah, meniru para selebritis buruk, dan mengatakan ketololan, kami memiliki alternatif yang lebih baik.

c. Kapan Jihad itu fardu ‘ain, ketentuannya adalah sebagai berikut :

Fiqh Maliki menetapkan,

جاء في حاشية الدسوقي: (ويتعين الجهاد بفجء العدو)، قال الدسوقي: (أي توجه الدفع بفجئ } مفاجأة } على كل أحد وإن امرأة أو عبدا أو صبيا، ويخرجون ولو منعهم الولي والزوج ورب الدين)

Di dalam Hashiyat ad Dussuqi disebutkan: Jihad menjadi fardu ‘ain ketika terjadi serangan mendadak oleh musuh. Dussuqi berkata:”Di manapun hal ini terjadi, jihad seketika menjadi fardu ‘ain atas setiap orang, bahkan wanita, budak dan anak-anak, dan mereka bergerak keluar sekalipun para wali, suami dan para kreditor melarang mereka.” [Hashiyat ad Dussuqi 2/174].

Fiqh Syafi’i menetapkan,

Dalam Nihayat al-Mahtaj oleh Ramli: “Jika mereka mendekati salah satu negeri kami dan jarak antara mereka dan kami menjadi kurang dari jarak yang diizinkan untuk meringkas sholat, kemudian masyarakat dalam wilayah itu harus mempertahankannya dan hal tersebut menjadi Fardu ‘Ain bahkan terhadap orang-orang yang pada umumnya tidak ada jihad bagi mereka; orang-orang yang tidak mampu, anak-anak, para budak, orang yang berhutang dan wanita.” [Nihayat al Mahtaj 8/58]

Dan Sheikh ‘Abdullah Yusuf ‘Azzam (rahimahullah) berkata,

وإن هجم العدو على ثغر من ثغور المسلمين أو دخلوا بلدة إسلامية فهنا كما ذكرنا يصبح الجهاد فرض عين على أهل تلك البلدة، وعلى من حولها وفي هذه الحالة يسقط الإذن فلا إذن لأحد على أحد، حتى يخرج الولد دون إذن والده والزوجة دون إذن زوجها والمدين دون إذن دائ

“Jika musuh menyerang perbatasan seorang muslim atau memasuki negeri Islam manapun, kemudian sebagaimana kami menyebutkan sebelumnya, jihad menjadi fardu ‘ain atas seluruh penduduk negara tersebut dan semua yang mengelilinginya. Pada situasi seperti ini izin tidak lagi diperlukan.

Tidak perlu izin bagi siapapun dari lainnya, bahkan seorang anak pergi keluar tanpa izin dari orang tuanya, istri tanpa izin suaminya, dan penghutang tanpa izin dari pemberi hutang.” [الدفاع عن أراضي المسلمين أهم فروض الأعيان ]

Semoga anak-anak kita menjadi sumber ketakutan musuh-musuh ALlah Ta’aala. Ameen.

Di sini ada video bagi mereka yang belum pernah menyaksikannya:

http://www.liveleak.com/view?i=471_1202306092

Alhamdullilaah, hal tersebut membuat kami bangga dan tertawa dalam kegembiraan dan kebahagiaan.

Selamat Jalan Syaikh Abu Laits Al-Liby Rahimahullah

Posted in Jihad on Februari 12, 2008 by jaisyulghuroba

Afghanistan - Forum Mujahidin, Ekhlaas, melaporkan syahidnya seorang pemimpin senior Mujahidin di Afghanistan, Abu Laits Al-Qasimy Al-Liby.

Beliau dilaporkan syahid di perbatasan Afghanistan-Pakistan minggu ini bersama beberapa orang Mujahidin. Beliau syahid akibat serangan peluru kendali di kawasan Waziristan Utara, Pakistan. Dua belas Mujahidin dikabarkan syahid.

Mujahidin kembali ditinggal pergi oleh seorang pemimpin senior mereka, Syaikh Abu Laits Al-Qasimy Al-Liby, yang merupakan salah seorang yang terbaik dalam ummat ini.

Kami tidak bersedih dengan kepergian beliau, bahkan kami merasa gembira karena beliau telah mendapatkan apa yang dicita-citakannya selama ini, yaitu untuk mati sebagai syuhada di jalan Allah.

Beliau adalah salah seorang yang membuat gentar hati kaum kuffar, beliau telah banyak berjasa melatih para Mujahidin di kamp-kamp pelatihan, dan beliau sendiri telah banyak turun langsung ke medan perang memimpin para Mujahidin, hingga akhirnya syahid menjemput beliau.

Kami katakan kepada kaum kuffar, kami adalah ummat yang tidak rela mati kecuali dalam medan perang, terbunuhnya pemimpin kami menunjukkan benarnya jalan yang kami tempuh. Para pimpinan kami terbunuh di barisan depan medan perang, mereka adalah orang-orang yang teguh dan sabar.

Para pimpinan kami selalu berada di barisan depan, menunjukkan contoh yang terbaik untuk kaum Muslimin, mereka adalah contoh yang baik dalam mengamalkan ilmu mereka. Mereka tidak hanya duduk sambil berteriak, dan tidak akan berpaling dari membantu ummat Islam.

Ketika mereka mendengar hingar bingar peperangan, mereka langsung turun ke dalamnya bersama tentara-tentaranya untuk berperang. Mereka hidup bersama tentara-tentaranya dan turut merasakan sakit yang dialami. Di atas tubuh-tubuh dan darah-darah mereka kemenangan akan terwujud, insya Allah.

Janganlah kamu mengira bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, akan tetapi mereka itu hidup di sisi Rabb mereka dan diberikan rizki.

Semoga Allah merahmati Syaikh Abu Laits Al-Qasimy, dan menerimanya di sisi-Nya bersama golongan para Syuhada

Gaza, mulai terang.

Posted in Jihad on Januari 24, 2008 by jaisyulghuroba

Rabu 23 Jan, 10:52 AM

Gaza (arrahmah) – Listrik berangsur-angsur kembali ke Gaza, Palestina. Setelah sebelumnya Israel melakukan blokade suplai listrik untuk daerah ini, seperti yang diberitakan kemaren bahwa Israel memblokade Gaza yang menyebabkan suplai bahan bakar terhenti.

Blokade yang dilakukan sejak Kamis 17 Januari lalu membuat krisis kemanusiaan di wilyah tersebut. Hal ini pun mengundang simpati dunia internasional.

Setelah blokade dicabut, truk-truk yang mengangkut gas, solar, serta minyak mengalir memasuki Gaza pada Selasa 22 Januari. Tak lama beberapa jam kemudian pusat pembangkit listrik kembali hidup, setelah sebelumnya alirannya diputus total pada Minggu 20 Januari.

Kami tidak ingin berkonflik dengan dunia internasional,” timpal Menteri Luar Negeri Israel Arye Mekel.

Gaza selama ini memang sepenuhnya dikuasai pejuang Hamas. Dan Israel beralasan blokade dilakukan untuk mencegah roket Hamas menyerang wilayah mereka.

“Blokade membuat kerugian terhadap kemanusiaan yang besar dan kami ingin Israel mengakhiri semua,” ujar juru bicara Palang Merah Internasional Dorothea Krimitsas.

Sebelumnya akibat blokade suplai energi, penduduk Gaza menaglami kesulitan. Seluruh aktivitas warga tidak bisa dilakukan, utamanya rumah sakit yang melayani kesehatan warga.

J I H A D ANTARA DEFINISI SYAR’I DAN USAHA DISTORSI

Posted in Jihad on Januari 19, 2008 by jaisyulghuroba

I. DEFINISI SECARA BAHASA
Kata jahada–yajhadu-al juhdu wa al jahdu جهد-يجهد-الجهد-الحهد) ) mempunyai lebih dari 20 makna, semuanya berkisar pada makna kemampuan (الطاقة ) , kesulitan (المشقة ) , keluasan (الوسع) (kemampuan dan kesempatan), (القتال) perang dan ( (المبالغة bersungguh-sungguh. Karena itu para ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqih dan ahli bahasa selalu mengartikan jihad secara bahasa dengan makna mencurahkan segenap kemampuan atau (bersungguh-sungguh menundukkan) kesulitan. [1]

Syaikh Musthofa al Suyuthi berkata,” Al jihadu merupakan mashdar dari kata jaahada-jihaadan wa mujaahadatan maknanya bersunggh-sungguh (mencurahkan kemampuan) dalam memerangi musuh.”[2] Baca selebihnya »