Arsip untuk Dakwah kategori

Lima Wasiat Abubakar

Posted in Dakwah on Januari 31, 2008 by jaisyulghuroba

Sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata, ”Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.”

Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda, ”Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa takwa. Dengan takwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran.

Kedua, berbuat dosa. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha (tobat yang sungguh-sungguh). Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.” (HR Ahmad). Inilah al-roon (penutup hati) sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Muthaffifin (83) ayat 14.

Ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah, ia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulallah, apa wujud keikhlasannya?” Beliau menjawab, ”Kalimat tersebut dapat mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.”

Keempat, alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia harus memperbanyak amal shaleh. QS Al-Bayyinah (98) ayat 7-8 menyebutkan, orang yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka adalah surga ‘Adn. Mereka kekal di dalamnya.

Kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) dan yaqin adalah penerangnya. Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati segala hal yang gaib, termasuk kehidupan setelah mati (eskatologis). Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin menuju alam abadi (akhirat). Demikian lima wasiat Abu Bakar. Semoga kita termasuk pemegang kuat lima pelita itu, sehingga menyibak kegelapan dan mengantarkan kita ke kebahagiaan abadi di surga. Amin.

Kamis, 31 Januari 2008

Sekjen Hizbullah, “Suatu kehormatan menjadi musuh setan besar “

Posted in Dakwah on Januari 24, 2008 by jaisyulghuroba

Oleh : Redaksi 14 Jan, 08 – 3:00 pm
imageHizbullah mengeluarkan respon keras atas tudingan AS bahwa Iran telah membantu persenjataan kelompok Hizbullah di Libanon. Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syed Hassan Nasrullah dengan tegas mengatakan bahwa dia justru merasa bangga telah menjadi musuh “Setan Besar” alias musuh Amerika Serikat.

Dalam pernyataan hari Minggu (13/1) malam, Nasrullah mengatakan dia tidak takut dengan ancaman AS dan tidak akan sembunyi. “Saya tidak akan sembunyi. Saya merasa bangga ketika Bush bicara tentang Hizbullah dan gerakan-gerakan perlawanan terhadap AS, karena ketika Firaun dan Setan Besar menuding kami dan memandang kami sebagai musuh mereka, ini merupakan kehormatan bagi kami, ” tandas Nasrullah.

Dalam rangkaian kunjungannya ke Timur Tengah, Presiden AS George W. Bush saat berpidato di Uni Emirat Arab melontarkan kecamannya terhadap Iran dan Hizbullah. Bush mengatakan bahwa Iran adalah negara terdepan di dunia dalam mensponsori aktivitas teror. Bush juga menuding Iran telah memberikan bantuan ratusan juta dollar untuk para ekstrimis di seluruh dunia, salah satunya untuk kelompok Hizbullah.

Hassan Nasrullah mengatakan, Bush gagal meyakinkan dunia tentang tuduhannya terhadap aktivitas nuklir Iran dan sedang mencari cara lain untuk “menghancurkan” Iran yaitu dengan melontarkan tudingan bahwa Negara Republik Islam Iran berada di balik kelompok-kelompok terorisme di Libanon, Palestina, Irak dan Afghanistan.

“Di mana ada perlawanan, Iran selalu dituding telah membantu gerakan perlawan itu, dan gerakan perlawanan ini dimata Bush adalah para teroris. Padahal dia-lah (Bush) yang mendukung terorisme, melakukan pembunuhan dan mengobarkan peperangan, ” tandas Nasrullah.

Ia menambahkan, buat AS, “Ketika sebuah negara seperti Iran atau Suriah membantu gerakan-gerakan perlawanan yang membela anak-anak, kaum perempuan, rumah-rumah, tanah dan tempat-tempat suci dari cengkeraman Zionis Israel, maka negara itu dilihatnya sebagai negara teroris yang mendukung terorisme. “

Iran: Bush Tak Paham Politik
Seperti biasanya, Iran tenang-tenang saja mendengar pernyataan-pernyataan Bush tentang Negara Para Mullah itu. Menlu Iran Manouchehr Mottaki menilai Bush tidak paham politik Timur Tengah, terutama politik di Libanon.

“Mereka (AS) tidak punya gambaran yang nyata berdasarkan realita-realita yang terjadi di kawasan ini. Mereka terus saja mengambi kebijakan-kebijakan sepihak terhadap bangsa-bangsa di wilayah ini, dengan cara menciptakan ketegangan di kalangan negara-negara di Timur Tengah dan menerapkan pendekatan yang juga sepihak pada Libanon, ” kritik Motakki.

Ia mencontohkan, setelah konferensi Annapolis, AS tetap mendiamkan tindakan rejim Zionis Israel yang terus menerus menyerang rakyat Palestina, khususnya di Jalur Ghaza.

Dalam rangkaiannya ke sejumlah negara Timur Tengah, sangat jelas misi Bush untuk menggalang kebencian negara-negara Timur Tengah terhadap Iran. Namun, seruan Bush agar negara-negara Timur Tengah beramai-ramai melawan Iran, tidak mendapat sambutan dan ditanggapi dingin-dingin saja. Misi Bush pun gagal?

” Allohu Akbar, Yaa Muhaimin, Lindungi dan Jagalah para Mujahideen-Mu “