Intisari Tauhid

 
Kaum muslimin dan muslimah, disini ada beberapa kata untuk meringkas sifat-sifat tauhid yang baik dan untuk dilaksanakan sebagai peringatan untuk melawan segala sesuatu yang dapat merusak tauhid Anda yang dapat berupa berbagai bentuk kesyirikan baik yang kecil maupun yang besar. sesungguhnya tauhid adalah kewajiban pertama yang diserukan oleh semua utusan Allah swt. yang mendasari segala seruan mereka kepada semua orang.Allah swt. Berfirman,

“Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “sembahlah Allah swt. saja dan jauhilah Thoghut itu”. (QS.16:36)

Tauhid adalah kebenaran kekuasaan Allah swt. yang terbesar atas hamba-Nya. Ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. bahwa Nabi Muhammad bersabda:
”Hak Allah swt. atas hamba-Nya adalah disembah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya”.

Siapa pun yang menegakkan tauhid maka dia masuk surga dan siapapun yang mengkufuri/menolak tauhid maka akan masuk neraka. Oleh karena itu Nabi Muhammad saw. dalam setiap pesannya menyatakan demi kekuasaan Allah swt. Allah swt. memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk memerangi orang–orang sampai mereka menerima kekuasaan Allah swt., dengan cara memeluk Islam, menerima hukum-hukum-Nya atau menerima untuk hidup dibawah perlindungan Islam dan dia juga mau menerima aturan-aturan Islam, sebagai orang-orang yang dilindungi, mau menerima hukum-hukum Islam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Saya telah diperintahkan Allah swt. untuk memerangi orang-orang sampai mereka mengatakan percaya kepada Allah swt. dan jika mereka melakukan itu maka kehidupannya dan kekayaannya akan terjamin”.
Oleh karena itu menegakkan tauhid adalah jalan menuju kebahagiaan hidup di akhirat, meskipun tauhid merupakan jalan yang ‘berat’ tetapi akan mendapatkan pahala di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya tauhid adalah satu-satunya jalan untuk menyatukan umat Islam diseluruh dunia. Kegagalan menegakkan tauhid diantara kaum muslimin akan menyebabkan perpecahan diantara mereka.
Anda seharusnya tahu, wahai kaum muslimin dan muslimah, bahwa tidak semua orang yang mengatakan: ”Laa ilaaha Illallah” dianggap sebagai Muwwahid (Orang yang mempunyai kepercayaan monotheis). Orang harus mengikuti jalannya Ahli Sunnah wal Jama’ah (ittiba’ Ahlus Sunnah wal Jama’ah), jika ini tidak dilakukan, maka akan membuat seseorang jatuh kepada jalan syirik.

Syarat-syarat Syahadat bagi Para Pengikutnya:

1. Mempunyai pengetahuan tentang ‘Laa Illaha Illallah’ dan memahami kebalikannya.
Pemahaman bahwa tidak adalah seorang pun yang patut disembah kecuali Allah swt. yang Mahakuasa.

Allah swt. berfirman :
“Maka ketahuilah, bahwa tidak adalah yang berhak disembah kecuali Allah swt. “. (QS. : 47:19)
Ketidaktahuan bahwa Allah swt. sebagai satu-satunya yang berhak disembah menjadi alasan untuk menolak seseorang sebagai muslim, oleh karena itu pengetahuan tentang syahadat merupakan syarat diterimanya syahadat seseorang.

Rosulullah saw. bersabda :
”Siapa saja yang mati dan tahu bahwa tidak ada tuhan selain Allah swt. , maka akan masuk surga”.
Sesungguhnya seseorang yang bersaksi bahwa ”Tidak adalah tuhan selain Allah swt.“ tanpa mengerti artinya maka tidak akan selamat di hari pembalasan, lebih-lebih syahadat menuntut seseorang agar sadar tentang lawan ‘Laa Illaha illallah’ dan penegasan illallah (ithbaat).
Anda harus sadar bahwa kata ini membentuk 2 pilar:
1. Al-Kufr bit- Thoghut – menolak Thoghut
2. A- Iman Billah – percaya kepada Allah SWT
3. Ketika anda menolak segala bentuk ketuhanan, penghormatan yang lain dan sembahan-sembahan lain berarti anda telah memenuhi syarat yang pertama yaitu menolak thoghut, sesungguhnya Allah swt. berfirman, bahwa muslim seharusnya memiliki pengetahua tentang syahadat
“Al-Qur’an ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasannya Dia adalah Tuhan Yang Mahaesa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”. (QS. 14:52).

Dalam ayat ini Allah swt. tidak hanya menyatakan bahwa hanya ada satu tuhan, lebih dari itu Allah swt. memerintahkan kita untuk mempunyai pengetahuan dan menyadari bahwa hanya adanya satu tuhan. Hal ini dinyatakan dalam firman Allah swt. sbb:
“Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah swt. tidak dapat memberi safaat, akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat adalah orang mengakui hak dan mereka mengetahuinya”. (QS. 43:86).

Oleh karena itu kesaksian seseorang yang menyatakan tidak adah tuhan selain Allah kemudian menyembah yang lainnya maka tidak ada artinya, meskipun dia sholat, puasa, mengemban dakwah, kerena dia telah gagal memenuhi syarat-syarat syahadat.

2. Memiliki Keyakinan
Memiliki keyakinan bahwa hanya ada satu tuhan dan memiliki keyakinan hanya Allah swt. yang berhak disembah, tanpa adanya keraguan, Allah swt. berfirman :
”Sesungguhnya orang–orang yang beriman, hanya beriman kepada Allah swt dan rosul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu kemudian mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah swt., mereka itulah orang-orang yang benar”. (QS:49:15).

Lebih lanjut dalam hadist shahih riwayat Muslim, Rosulullah saw. bersabda:
“Saya bersaksi tidak ada tuhan selain Allah swt. dan bahwa saya adalah utusan Allah swt., siapa saja yang berjumpa Allah swt. (tuhannya) dengan itu, tanpa keragu-raguan tentang dua hal tersebut (Nafi dan Ithbaat) maka masuk surga”.

3. Menerima Laa Illaha illallah yaitu mengamalkan dalam hati, perkataan dan perbuatan.
Allah swt. menyebutkan hal itu dalam Al-Qur`an tentang siapa yang tidak pernah diterimanya, mereka adalah orang-orang yang bersikap arogan saat mendengar syahadat dan berkata.”apakah kita akan meninggalkan tuhan-tuhan kita hanya untuk kata-kata tersebut ? Allah swt menerangkan bahwa mereka kafir dan arogan kerena mereka menolak secara tegas.”
“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka ‘Laa Illaha Illallah’ (Tiada tuhan melainkan Allah swt) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata:”Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami kerena seorang penyair gila ? sebenarnya dia (Muhammad saw) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan Rosul-rosul sebelumnya”. (QS. 37:35-37).

4. Pasrah kepada Allah swt. dan mengikuti-Nya
Sesungguhnya setelah anda mempercayainya, mengetahuinya dan yakin serta menerimanya, maka ada paksaan untuk mengikuti-Nya dan pasrah terhadap-Nya dengan menolak segala macam thoghut, dan membersihkan diri anda sendiri dari mereka dan hanya percaya semata-mata kepada Allah swt.
Allah swt. berfirman :
“Maka demi tuhanmu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemidian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap purtusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (QS. 4:65)

5. Percaya tidak ada tuhan Selain Allah swt. dengan penuh keyakinan di dalam hati, dalam ucapan-ucapan dan tingkah laku.
Nabi Muhammad saw. bersabda yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim :
“Barangsiapa bersaksi tidak ada tuhan selain Allah swt. dan Muhammad saw. adalah utusan-Nya, mempercayai dalam hati, maka api neraka terlarang atasnya”.
Lebih lanjut Nabi saw. bersabda, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad :
”Siapa saja yang mengatakan Laa Ilaha illallah dan mempercayainya dalam hati akan masuk surga”.
Dari sini jelas bahwa tidak cukup hanya mempercayai dalam hati, tetapi lebih dari itu anda harus bersaksi apa yang anda percayai dalam hati anda dengan lisan dan diterapkan dalam perbuatan. Jika seseorang menyatakan percaya dengan lidahnya tanpa mempercayainya dalam hati maka dia adalah munafiq. Karena Allah swt. berfirman :
“Apabila orang-orang munafiq datang kepadamu, mereka berkata:”Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rosul dan Allah swt. mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafiq itu benar-benar pendusta”. (QS. 63:1).

6. Ikhlas hanya beribadah kepada Allah swt. sebagai satu-satunya sembahan dan tidak akan pernah mengeluh kepada yang lain selain Allah swt.
Allah swt.berfirman :
”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah swt. dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (QS. 98:5).

Keikhlasan adalah lawan dari pamer ibadah kepada orang lain agar dilihat dan dipuji. Nabi Muhammad saw. bersabda:
”Allah swt. mengharamkan api neraka bagi orang-orang yang mengucapkan ‘Laa Illaaha illallah’ secara ikhlas untuk mendapatkan pahala dari-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim ).

7.Cinta. Cinta ini semata-mata hanya untuk mendapat keridhoan Allah swt.
Cinta ini harus ada dalam hati diucapkan dalam mulut dan diterapkan dalam amal perbuatan. Allah swt. berfirman :
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah swt., mereka mencintainya sebagai mana mencintai Allah swt.. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya pada Allah swt.. Dan seandainya orang-orang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat) : Bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah swt., dan bahwa Allah swt. amat berat siksaannya (niscaya mereka menyesal).” (QS. 2:165)
Tujuh syarat ini merupakan pengikngkaran dan penegasan bagi orang orang yang beriman, tidak ada orang beriman yang akan selamat dari kekufuran atau kemunafikan kecuali jika syarat-syarat ini terpenuhi dan dilaksanakan, dengan melaksanakan semua syarat-syarat di atas orang-orang tersebut disebut mukmin sejati. Hal ini akan membentuk keimanan dalam dirinya, perbuatan lahiriahnya, ilmu, cinta, dan kepatuhan berjalan bersama-sama. Hal ini disebabkan karena kita mempunyai dua kalimah syahadat, yang terdiri dari pengingkaran dan penegasan.
Dalam rangka mengingkari tuhan selain Allah SWT, Anda harus mengetahui Allah swt terlebih dahulu, dengan tujuan untuk mencegah perbuatan syirik kepadanya dan untuk menyatakan keyakinan kepada Allah swt., Anda harus mengingkari syirik. Dalam meyakini syahadat Anda harus meninggalkan keragu-raguan dan ketidakpastian. Untuk dapat menerima syahadat tersebut Anda harus juga meniadakan yang lain selain Allah swt. Untuk kepatuhan kepada Allah swt. Anda harus meniadakan sembahan yang lainnya. Dalam rangka menyatakan rasa cinta kepada Allah swt. Anda harus meninggalkan yang selain Allah SWT.

Siapa saja yang melakasanakan tujuh syarat di atas maka dia memenuhi syarat utama Laa Illaha Illallah yang diringkas dalam bentuk pengingkaran dan penegasan (Ithbaat) dalam ilmu ushuludin ini dikenal sebagai prinsip atau At-Takholi Qabla Takholi., pengingkaran sebelum penegasan. Kaum muslimin harus mengingkari kekufuran, syirik, nifak dan bid’ah yang akan membuat mereka kafir, karena adalah syarat sebelum mengimani Allah swt. dan menerima segala konsekuensinya.
Sebagaimana dalam firman Allah swt .:
”Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam) sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Oleh karena itu barang siapa yang ingkar kepada thoghut dan beriman kepada Allah swt., maka sesungguhnya dia telah berpegang pada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan pernah putus. Dan Allah swt. Mahamendengar lagi Mahamengetahui.” (QS 2:56).

Simpul iman disini maksudnya adalah syahadat. Hal ini dijelaskan hadits riwayat Muslim, bahwa nabi Muhammad saw. bersabda :
” Siapa saja yang mengucapkan Laa Illaha Illallah dan menolak menyembah segala sesuatu selain Allah swt., hidupnya dan darahnya akan dijamin atau aman dan akan mempunyai kesucian serta pahalanya disisi Allah swt. oleh karena itu hal ini dinyatakan dalam Islam, bahwa ada pilar dasar tauhid, mengingkari thoghut, iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

Wahai kaum muslimin dan muslimat, cara dimana kita ta’ati untuk menegakkan syarat-syarat diatas dan pilar-pilar tauhid, kita juga harus patuh untuk takut dan menjaga diri kita dari syirik dan mengambil semua tindakan pencegahan atas semua itu, baik besar maupun kecil, sesungguhnya dosa yang paling besar adalah syirik dan Allah swt. akan mengampuni segala macam dosa kecuali syirik, siapapun yang jatuh dalam syirik, juga haram bagi dirinya dan tempat kembalinya adalah neraka. Sesungguhnya Allah swt. tidak akan mengampuni dosa syirik dan dia mengampuni segala dosa yang selain dosa syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah swt., maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS 4:48). Oleh karena itu setiap muslim seharusnya sadar akan pengingkaran dan hal-hal yang bertentangan dengan tauhid yang akan menjadi pelindung bagi dirinya, menjaga mereka dari tindakan murtad.

HAL-HAL YANG AKAN MERUSAK TAUHID

Di bawah ini adalah hal-hal yang akan mempengaruhi secara langsung rusak-nya tauhid seseorang, yaitu ;

1. Memakai tawiz/tamaaim (jimat), seperti : gelang, kalung, rantai, benang, baik dari logam maupun tembaga, besi atau kulit dengan tujuan untuk menghindarkan bahaya atau menjaga dirinya sendiri, ini disebut syirik.

2. Siapasaja yang menggunakan ‘pelindung’ (jimat) atau disebut juga tawiz seperti gambar, angka, simbol-simbol atau kata aneh yang tidak ada maknanya atau mencari pelindung dari golongan jin untuk mengetahui penyembuhan dari suatu penyakit dan bagaimana menjaga dirinya sendiri atau menyayangi anak mereka dengan kata-kata atau huruf untuk menjaga mereka atau bahkan menulis Al-Qur’an disebuah kertas dan meletakkannya dileher anak-anak dengan tujuan untuk menjaganya (jimat atau rajah). Semua ini merupakan bentuk-bentuk syirik, sebagai nabi Muhammad saw. Bersabda :
”Sesungguhnya Al-Ruqya Al-sirkiyyah dan Tamaaim (segala sesuatu yang anda pakai dipundak atau didada) dan’pelindung’ (jimat) adalah syirik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Oleh karena itu kita harus hati-hati tentang segala sesuatu yang dapat menyebabkan ke-syirik-an seperti meletakkan selembar kertas atau logam di dalam mobil dengan harapan bahwa itu semua dapat menjaga dari pencurian, atau menjaganya dari mata-mata yang berniat jahat, atau menyimpan batu berwarna biru dengan mempercayainya bahwa itu akan dapat menjaga dari mata syetan. Seseorang yang melakukan ini untuk melindungi dirinya–nanti di hari pengadilan–maka benda-benda tersebut tidak akan menjaga dirinya sebagaimana Nabi Muhammad saw. bersabda :
“ Siapasaja yang memegang atau mempercayai sesuatu selain Allah SWT maka dia akan ditandai dengan itu.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

3. Hal yang juga dapat mempengaruhi tauhid adalah mencari barokah (berkat) dari orang atau dari batu atau dari benda-benda. Sebagai contoh menyentuh seseorang atau menggosoknya atau bahkan menyentuh benda seperti pohon atau batu, dengan tujuan untuk mencari berkah dari mereka, baik mereka hidup maupun mati. Hal ini bahkan meliputi mengusap ka’bah. Semua itu akan mempengaruhi tauhid seseorang dan akan menggoncangkan iman seseorang semata-mata terhadap Allah swt. Bahkan shababat Umar bin Khattab r.a. ketika mencium hajar aswad, mengatakan:
“Demi Allah aku tahu bahwa engkau hanyalah batu, kamu tidak membawa kemudhorotan maupun mashlahat, hanya karena saya melihat Nabi Muhammad menciummu sehingga membuatku melakukan hal yang sama, sebaliknya jika tidak maka aku tidak akan pernah melakukannya.”

Meskipun kita diperbolehkan mencium hajar aswad, hendaknya kita mengerti apa esensi yang dilakukan. Umar r.a. tidak mempercayainya bahwa dengan mencium hajar aswad akan membawa keuntungan maupun kerugian bagi dirinya.

4. Hal-hal yang bertentangan dengan tauhid adalah menyembelih hewan dengan menyebut atau diperuntukkan kepada selain Allah swt. Contohnya: maulana (nama-nama syekh tertentu), jin, syaiton, atau bahkan untuk nabi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan darinya atau berusaha untuk menjaga dirinya sendiri. Sesungguhnya ini adalah syirik besar dan tidak diijinkan untuk menyembelih hewan korban yang diperuntukkan selain kepada Allah swt. atau menyebut selain asma Allah saat menyembelihnya, meskipun tujuannya berkorban untuk Allah, maka dia harus harus segera menghentikan perbuatan tersebut karena ini berarti syirik.

5. Janji-janji (sumpah) atau nazar kepada selain Allah adalah dilarang dan ini juga mempengaruhi tauhid karena ini adalah bentuk penyembahan dan oleh karena itu tidak diijinkan berjanji (sumpah) ditujukan kepada sesuatu apapun selain Allah swt.

6. Isti’aanah (menyandarkan diri) atau Istighasah (mencari perlindungan) kepada selain Allah swt. Contohnya menyandarkan diri atau mencari perlindungan kepada syaithon atau bentuk-bentuk syirik lainnya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas, bahwa nabi Muhammad saw. Bersabda :
“ Jika kamu mencari bantuan,mintalah kepada Allah dan jika kamu meminta, mintalah kepada Allah.”
Dari sini kita tidak diperbolehkan mencari bantuan dari jin, orang yang mencari bantuan kepada jin dan menyandarkan diri kepada mereka, maka telah melakukan perbuatan syirik.

7. Hal yang selalu mempengaruhi (dapat merusak) tauhid adalah melebih-lebihkan para auliya dan sholihin serta meninggikan status mereka atau mempercayai bahwa mereka bersifat sempurna, sujud dihadapan mereka dan mencium tangan mereka guna mendapatkan keridhoan mereka.

8. Hal yang dapat menghilangkan tauhid adalah melakukan thowaf (mengelilingi) kuburan seseorang, meskipun terhadap kuburan nabi Muhammad sekalipun ini adalah bentuk syirik. Islam melarang kita untuk shalat di dekat kuburan karena ini merupakan perbuatan syirik, sehingga bagaimana mungkin shalat atau thowaf terhadap kuburan dapat diterima ? Semoga Alloh menjaga kita dari perbuatan syirik besar ini.

9. Islam menyuruh kita untuk menjaga tauhid kita dari bangunan monumen di atas kuburan dan ruangan dimana orang dapat datang dan duduk berdoa untuk mendapatkan berkah, atau membuat masjid atau tempat shalat disekitar kuburan orang yang sholih, dan berpikir ini akan membantu dan mencari bantuan dari orang yang telah mati, semua itu merupakan larangan dari Islam. Dengan alasan ini para ahli ilmu meyetujui membangun pagar disekitar makam nabi Muhammad dengan tujuan untuk memisahkan makamnya nabi Muhammad dan masjid Madinah. Nabi Muhammad memperingatkan kita tentang hal itu, ketika Rosul berdoa kepada Allah:
“Wahai Tuhanku jangan biarkan makamku menjadi pusara atau makam untuk tempat penyembahan orang-orang.”

Dan tidak ada keraguan tentang hal ini adalah bentuk syirik.

10. Hal yang dapat merusak tauhid adalah melakukan praktek magic (klenik) atau mengunjungi tempat-tempat magic (klenik) dan sejenisnya. Semua itu merusak aqidah. Orang-orang yang melakukan perbuatan klenik adalah kafir tanpa keraguan lagi, kita seharusnya tidak dalam kondisi tersebut, atau mempercayai apa yang mereka katakan, meskipun mereka memiliki nama dan gelar kebesaran seperti auliya, syekh, ‘orang pintar’ dan lain-lain.

11. Hal yang merusak tauhid adalah percaya pada nasib buruk (Al-Tirah) melalui ‘kedatangan’ seekor burung atau tanggal atau waktu. Misalnya percaya bahwa angka 13 adalah angka sial atau hari ‘tertentu’ adalah hari sial. Hal ini tidak diperkenankan oleh nabi Muhammad
sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam hadistnya bahwa ‘pesimisme’ adalah syirik.

12. Hal yang merusak tauhid adalah mempercayai atau menyandarkan diri kepada selain Allah seperti percaya kepada dokter atau obat-obatan yang menyebabkan mendapat kesembuhan (secara mutlak bukan sebagai perantara) selain dari Allah, selain itu mempercayai bahwa pekerjaanlah yang dapat memenuhi kebutuhannya, atau mempercayai bahwa sebuah pedang dapat menjaganya. Hal-hal tersebut akan mempengaruhi iman.

13. Hal yang merusak tauhid adalah menggunakan petunjuk bintang (ramalan bintang) untuk berbagai kepentingan seperti untuk mengetahui hal-hal yang tidak nampak, mengetahui masa depan atau hal-hal yang ghaib, tindakan semacam ini tidak diperbolehkan. Bintang dapat digunakan untuk mengetahui arah dan untuk tujuan pelayaran tetapi tidak untuk keperluan ramalan atau horoscorp yang merupakan bentuk kesyirikan.

14. Memohon hujan dengan berdoa kepada bintang atau bulan atau kepada gunung atau kepada kuburan atau melaksanalan upacara adat pada musim tertentu, mempercayai ini akan mambawa hujan dan air adalah bentuk-bentuk syirik. Kita seharusnya mempercayai bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menurunkan hujan dan yang mencegahnya, jika Allah menginginkannya. Disunnahkan untuk mengucapkan: Hujan adalah kebajikan dan kemurahan Allah, laksanakan sholat Istisqaa kepada Allah untuk menurunkan hujan bukan kepada benda atau orang (pawang hujan) lainnya.

15. Hal yang merusak tauhid adalah niatan kita saat melakukan ibadah, semata-mata karena kekuasaan atau takut kepada Allah dan juga kepada yang lainnya atau kita membagi cinta kita kepada Allah dan sesuatu lainnya. Sesungguhnya cinta setiap muslim haruslah semata-mata untuk Allah, dan jika hatinya dipenuhi cinta karena Allah, dia tidak akan menyekutukannya dengan yang lainnya, apakah batu, tumbuhan, orang-orang kafir bahkan keluarganya sendiri, kecuali jika hal ini dilakukan untuk mencari ridho Allah. yang memerintahikan kita untuk mencintai utusan-Nya, nabi-Nya, orang tua yang muslim, istri-istri dan orang-orang beriman, hanya untuk mendapatkan keridhoan Allah. Karena Allah yang memerintahkan untuk melakukan ini dan bukan karena mencari ridho mereka (selain Allah swt.).

16. Hal yang merusak tauhid adalah berhukum selain dengan hukum Allah, karena tindakan ini tidak diperbolehkan karena ditujukan kepada selain Allah, contohnya berhukum kepada hukum manusia atau pengadilan kufur atau perkataan orang yang mengklaim dirinya beriman, jika mereka tidak mengacu pada hukum syari’ah.

17. Hal yang merusak tauhid adalah menyamakan nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, dan tindakan-Nya kepada yang lainnya sebagai contoh membuat hukum-hukum atau berpartisipasi untuk hal itu, seperti menerima jabatan sabagai raja, penguasa kufur, atau duta untuk thogut atau masuk dalam parlemen, semua itu merupakan suatu bentuk syirik, Allah swt. berfirman :
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi Al-Kitab? Mereka percaya kepada yang
disembah selain Allah dan Thoghut (syaiton,dan apa saja yang disembah selain Allah). [QS.4:51]

18. Hal yang dapat merusak tauhid adalah ujub (bangga terhadap diri sendiri), dan putus asa dari kemurahan Allah. Keduanya akan mempengaruhi dan merusak tauhid. Sehingga tidak seharusnya seorang muslim berfikir terjamin dari ujian Allah dan tidak seharusnya putus asa dari rahmat Allah. Kaum muslimin seharusnya mempunyai keseimbangan antara takut (Al-Khouf) kepada Allah dan Rajaa’ (keinginan diampuni dan dilindungi).

19. Hal yang dapat merusak tauhid dan mempengaruhinya adalah kekurangsabaran dan mengeluh atau menyesalkan apa yang telah Allah takdirkan untuknya, misalnya seseorang yang berkata: “Ya Allah kenapa engkau menakdirkan ini untuk-ku ? Kemudian meratapi nasibnya, merobek-robek bajunya, memukul-mukul dirinya dan menarik-narik rambutnya.

20. Melakukan sesuatu untuk mendapatkan pujian dan popularitas, contohnya melakukan sholat agar dilihat oleh orang lain, puasa agar dilihat orang atau membayar zakat agar dilihat orang lain. Ini semuanya termasuk riya’ (syirik kecil/tersembunyi). Rosulullah bersabda :
“Aku takut umatku akan terkena riya dan para sahabat bertanya: “Apa riya itu? Nabi menjawab: “Pamer atas amalan ibadahnya dengan tujuan untuk mendapatkan dunia seperti orang yang malakukan haji, puasa, sholat, membayar zakat atau jihad untuk mendapatkan dunia.”

21. Hal yang dapat merusak tauhid adalah menta’ati para penguasa (ulama atau pembuat undang-undang) yang membuat/menetapkan sesuatu yang dilarang oleh Allah swt. dalam Islam menjadi diperbolehkan atau disahkan, siapa saja yang mematuhi orang-orang tersebut, berarti telah melakukan syirik tho’at (termasuk kedalam syirik akbar).

22. Hal yang merusak tauhid adalah perkataan “ Apapun yang Allah inginkan dan apapun yang Anda inginkan” atau perkataan bahwa “Saya bergantung kepada Allah dan Anda. Semua ini mempengaruhi tauhid. Anda seharusnya kemudian menambahkan kata “Insyaallah” dan kemudian saya bergantung pada Anda atau saya bergantung pada Allah dan kemudian kepada Anda. Rosulullah memperingatkan kepada orang-orang yang berkata ‘demi ka’bah’ untuk tidak berkata seperti itu dan bahwa mereka seharusnya berkata ‘demi tuhannya ka’bah’. Karena itu seharusnya mangatakan Insyaallah wa shi’ta –Apapun yang Allah kehendaki dan kemudian Anda menginginkannya, jika keinginan Anda sama dengan kehendak Allah, saya akan mengikutinya.

23. Mengutuk atau memaki waktu, abad, era, hari, bulan, karena Anda menganggapnya sebagai penyebab takdir dan pembawa kemujuran atau kemalangan, ini adalah bentuk syirik.

24. Hal yang meniadakan tauhid adalah mentertawakan agama Islam, Rosul, Al-Qur’an, nama dan sifat-sifat Allah, sunnah atau mengejek Shahabat atau keluarga Nabi atau hukum syara’. Seperti mengejek orang-orang yang mempunyai jenggot lebat, atau yang berusaha menegakkan khilafah atau menggunakan siwak atau orang-orang yang memperpendek celananya (isbal).
Semua hal di atas mempengaruhi aqidah seorang muslim. Orang-orang yang mentertawakan hal itu maka dia kafir meskipun dia sedang bergurau.
Allah swt. berfirman:
“Orang-orang munafik itu takut akan turun terhadap mereka yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekan-mu (terhadap Allah dan Rosul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rosul-Nya kamu selalu berolok-olok!” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir setelah beriman.” [QS.9:64-66]

25. Hal yang juga merusak tauhid adalah nama-nama tertentu yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain (anaknya), seperti memanggil seseorang sebagai hambanya Ali, hambanya Rosul (abdurrosul) , hamba nabi, hamba ka’bah (abdul ka’bah), hamba hussain, dan lain-lain. Semua ini tidak diperbolehkan karena penghambaan hanya untuk Allah swt.

26. Hal yang dapat menghilangkan atau merusak tauhid adalah membawa simbol-simbol atau logo-logo kufur, menempatkannya dirumah, atau mobil, atau menggambarkannya dibaju, seperti tanda salib atau bintang David atau bendera Amerika atau Inggris, menjadi kewajiban untuk membuang simbol-simbol tersebut.

27. Hal yang merusak tauhid adalah bergabung dengan kuffar atau orang-orang munafiq atau mendukung mereka melawan kaum muslimin atau mencintai mereka atau menunjukkan penghormatan kepada mereka.

28. Hal yang dapat menghilangkan tauhid adalah melawan hukum-hukum yang Allah turunkan, atau mematuhi hukum-hukum menusia sebagai pengganti hukum-hukum Allah atau menganggap hukum-hukum manusia sama baiknya dengan hukum-hukum Allah, atau mengatakan bahwa ini (hukum buatan manusia) lebih cocok dengan kondisi saat ini, dan ini semua akan membuat Anda kafir.

29. Hal yang dapat menghilangkan tauhid adalah meragukan apa yang Allah katakan tentang orang kafir bahwa mereka adalah kafir, seperti orang-orang kafir Yahudi, orang-orang Kristen dan orang-orang musyrik (yang mempercayai lebih dari satu tuhan). Karena kafir adalah orang yang tidak percaya Islam, dan tidak percaya Rosulullah Muhammad saw. adalah nabi terakhir baik dia percaya pada tuhan (seperti Yahudi dan Nasrani) atau dia menolak tuhan (seperti atheis) atau apakah dia mempercayai patung (seperti musrik).

30. Hal yang dapat menghilangkan tauhid adalah Juhuud (menolak beberapa kewajiban seperti sholat, zakat atau penerapan hukum syari’ah) atau membuat Istihlal yaitu melegalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah seperti memperbolehkan alkhohol, nudisme (budaya telanjang), klab malam, pengadilan Amerika, berbagi kekuasaan dengan orang-orang kafir, mengganti loyalitas terhadap Allah kepada raja, penguasa kufur, memperbolehkan bermacam-macam agama/ pluralisme agama (semua ini merupakan bentuk-bentuk kekafiran besar).

Kesimpulannya, untuk memperbaiki tauhid kita dan agar selamat dari api neraka, maka kaum muslimin harus mengikuti (ittiba’) kepada Ahlu sunnah wal Jama’ah, yakni siapa saja yang mengikuti jalannya nabi Muhammad saw. dan para sahabat dan siapa pun yang mengikuti jalan tersebut selangkah demi selangkah dan tanpa mengotori dengan kepercayaan lain.
Sesungguhnya Rasululah saw. pernah bersabda :
“Umatku akan terbagi menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu, para sahabat bertanya: siapa golongan tersebut? Rosulullah menjawab: “ mereka seperti saya dan sahabatku saat ini.”
Dalam hadits ini Rasulullah saw. tidak mengatakan mereka adalah yang melakukan ini dan itu, secara jelas ditentukan bahwa mereka adalah aku dan para sahabatku pada saat itu. Oleh karena itu kita meringkas aqidah Ahlu sunnah walJama’ah dalam 10 poin, siapa saja yang menyimpang dari mereka baik pada poin 1, 2, 3, atau semua poin maka mereka tidak akan pernah masuk golongan yang selamat. Poin-poin tersebut adalah ;

1. Dalam hal nama-nama dan sifat-sifat Allah swt, Ahlu sunnah wal Jama’ah mempercayai bahwa Anda harus menggambarkan sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah swt. sendiri dan bagaimana Rasulullah saw. menjelaskan tentang-Nya. Anda harus meyakini nama dan sifat-sifat Allah apa adanya sebagaimana yang telah diterangkan tanpa interpretasi (takwil) tanpa menyamakan dengan manusia (Tashbih), tanpa pengingkaran atau memaknainya sendiri tidak pula meninggalkan makna yang sudah ada (tafwidh), tetapi sebaliknya kita mengiyakan (tathbit) apa yang ditegaskan Allah tentang diri-Nya dan mengingkari apa yang dilarang Allah tentang diri-Nya dan tidak meyerupai-Nya. Allah swt. berfirman:
“Tidak ada seorang pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Melihat.” [QS. Asy-Syuara, 42:11]

2. Dalam hal Al-Qur’an sebagai kalam Allah (kalamullah), Anda harus mempercayai bahwa Al-Qur’an benar-benar kalamullah, dapat dibaca melalui kata-katanya, dapat didengarkan melalui suaranya tanpa mengatakan bagaimana Al-Qur’an diturunkan kepada kita dari Allah dan Al-Qur’an berasal dan akan kembali kepada Allah.

3. Mempercayai bahwa iman adalah “Qoulun wal Amalun” (perkataan dan perbuatan dan tidak dipisahkan). Iman dapat meningkat dengan malaksanaan ketha’atan dan dapat menurun jika melakukan ketidakpatuhan terhadap Allah dan Rosul-Nya (Al-Imanu yazidu wa yanqusu).

4. Meyakini secara pasti bahwa kita telah diberikan informasi mengenai kehidupan setelah kematian, seperti pertanyaan di alam kubur, hukuman di alam kubur, siksa kubur, pahala kubur dan beberapa hal lain yang berhubungan dengan akhirat, sampai hari pembalasan.

5. Mencintai semua Shahabat nabi Muhammad, menghormati mereka, mengikuti mereka dan cara pandang mereka, apakah mereka dari keluarga nabi atau tidak, tanpa pandangan bahwa mereka tidak pernah berbuat kesalahan. Mencintai siapa saja yang mencintainya dan menbenci siapa saja yag dibencinya dan mempercayai bahwa mereka semua dirahmati Allah dan Allah bangga dengan mereka dan sahabat yang terbaik adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali bin Abi Tholib, semoga Allah swt. menberi rahmat kepada mereka semua. Seseorang yang mencintai mereka (Shahabat) dikarenakan cintanya kepada nabi Muhammad dan seseorang yang menbencinya juga menunjukkan bencinya kepada nabi Muhammad. Kita harus meyakini bahwa mereka semua adalah mujtahidin dan harus hati-hati berbicara tentang mereka, semua atau tentang perdebatan mereka dan siapa saja diantara mereka melakukan ijtihad maka akan mendapat dua pahala jika benar dan satu pahala jika salah dan semoga Allah memberkahi mereka semua.

6. Ahlu Sunnah wal Jama’ah mempercayai bahwa mengkafirkan (takfir) adalah hak Allah sama seperti tasyri’ (hukum). Oleh karena itu kita percaya bahwa orang yang disebut Allah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah kafir maka dia adalah kafir tanpa keraguan, dan siapa saja yang melakukan sesuatu yang dilarang oleh agamanya, tanpa alasan yang mencegah pengkafiran mereka, maka kita akan memanggilnya kafir. Ahlu Sunnah wal Jama’ah mempercayai bahwa kita tidak diperkenankan untuk mengkafirkan terhadap kaum muslim yang lain yang melakukan dosa yang lebih rendah dibanding syirik, selama dia tidak melegalkan apa yang dilarang. Jika dia melakukan dosa yang bukan dosa kufur, meskipun dosa tersebut besar seperti dosa perzinahan, kita akan menyebutnya berdosa tetapi tidak sampai menyebutnya kafir, dan jika dia bertaubat, Allah akan mengampuninya dan jika mati sebelum bertaubat, kita yakin terserah kehendak Allah dan jika Allah berkehendak, maka Allah akan mengampuninya atau Allah akan menghukumnya dan kemudian dia akan masuk surga. Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang akan berada di neraka selama-lamanya kecuali dia melakukan kekufuran atau syirik dan meninggalkan sholat semata-mata ia kafir.

7. Ahlu Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa dalam Qodar Allah, bahwa semua takdir berasal dari Allah, apakah itu baik atau buruk dan manusia mempunyai pilihan dan Allah Maha berkehendak, begitu juga manusia, tetapi kehendak manusia tunduk terhadap kehendak Allah. Semua takdir adalah kehendak Allah dan kehendak manusia yang dipilihnya tunduk kepada kehendak Allah.

8. Ahlu Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa menjadi suatu kewajiban untuk menerapkan syari’ah dan taat kepada imam (pemimpin) yang melaksanakan Islam dan tidak melawannya selama mereka menerapkan syari’ah, seperti menyatakan wajibnya sholat, tetapi jika imam tidak menyerukan syari’ah tetapi menyerukan hukum kufur meskipun hanya satu hukum kufur dilegalkan, maka mereka (Ahlu Sunnah wal Jamaah) meyakini untuk diperbolehkan memerangi mereka.

9. Ahlu Sunnah wal Jama’ah hanya meyakini Al-Qur’an dan As-Sunnah, sesuai dengan pemahaman para Shahabat.

10. Ahlu Sunnah wal Jama’ah mempercayai karomah yang diberikan kepada aulia dan Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang bertaqwa lebih tinggi, mereka mempunyai cita-cita menjadi orang-orang yang bertakwa sehingga derajat mereka juga akan diangkat oleh Allah. Allah swt. berfirman:
“Tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak akan pernah bersedih hati yaitu orang-orang yang
beriman pada Allah dan takut kepada-Nya.”
Ciri lain dari Ahlu Sunnah wal Jama’ah adalah tidak memberikan kesaksian bahwa seseorang akan masuk neraka kecuali yang dikabarkan oleh Allah dan Rasulnya, dan tidak pula memberi kesaksian seseorang masuk surga kecuali yang dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Mereka tidak akan pernah memberi kesaksian bahwa orang yang hidup adalah ahli surga atau ahli neraka sampai seorang tadi telah melaluinya, tergantung dalam keadaan apa ia meninggal, karena Allah bisa mengubah hati seseorang dari beriman menjadi kafir atau sebaliknya. Maka tidak akan menberi kesaksian bahwa orang yang meninggal di medan perang adalah sebagai syahid, meskipun mereka meminta kepada Allah untuk menerimanya sebagai syahid dan tidak akan memberikan kesaksian bahwa dia syahid dan tidak akan pernah menyebutkan bahwa dia telah diampuni lebih dari itu mereka akan memohon ampun kepada Allah. Oleh karena itu mereka mempercayai hal yang ghaib dan tidak akan pernah menyatakan hal-hal yang ghaib atas diri seseorang kecuali yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As- Sunnah seperti pasukan pada perang Badar, orang-orang yang melakukan bai’at Ridwan, dan lain-lain. Dan orang-orang yang disebutkan diampuni dosanya (yang bukan dosa kafir dan syirik terjamin masuk surga). Ahlu Sunnah wal Jama’ah mencintai sesama muslim karena cintainya kepada Allah, Nabi dan para sahabat., mereka mencintai Allah, Nabi dan para sahabat melebihi cintanya kepada yang lainnya.

Wahai kaum muslimin dan muslimat, saya berfikir bahwa saya dapat berbagi dengan Anda tentang ringkasan topik ini dengan tujuan untuk memberi Anda ringkasan pemahaman tauhid. Nasihat saya, perhatikanlah 10 hal yang menghilangkan iman dan carilah pengetahuan lebih tentang syirik untuk menjamin Anda tidak melakukannya dan dapatkanlah tauhid yang benar sehingga anda dapat bertakwa, menyembah, mengikuti dan tawakkal hanya kepada Allah swt.

4 Tanggapan ke “Intisari Tauhid”

  1. Assalamu alaikum

    Subhanallah…. Subhanallah…. Subhanallah
    situs yang sangat bermanfaat

    ijinkan ana untuk mengambil ilmu-ilmu yang ada di sini.

    afwan akhi, kok tulisan antas gak disertakan Ayat-ayat alqurannya dan haditsnya. jika disertakan maka akan semakin menambah yakin bagi yang membacanya….

    jazakallah

    selamat berjuang wahai saudaraku

  2. jaisyulghuroba Berkata

    Waalaikumsalam Warohmatullohi Wabarokatuh

    Silahkan diambil manfaatnya saja akhi..

    na’am.. Insya Alloh untuk kedepannya harus ditambahkan lagi.

    Jazakallohu Khoiron Katsiroo

    Wassalam

  3. irhaby88 Berkata

    assalamu’alaikum..
    afwan, saya juga minta ya tulisan2 dari sini buat dicopy dan diprint ^_^
    Jazaakumullah khoir….

  4. Muhammad Khalid Berkata

    Saya minta izin untuk mencopy filenya, Akhi.

Tinggalkan Balasan